Minta UU Ciptaker Dicabut, Ketua Rekat Sentil Jokowi: Jangan Penampilan Merakyat tapi Kebijakan Pro Konglomerat?

ANIESINDO.COM – Terkait UU Cipta Kerja yang disahkan DPR, ketua Rekat Indonesia Eka Gumilar ikut memberikan tanggapan. 

Ia mengingatkan bahwa pemerintah dan DPR seharusnya memperhatikan kondisi rakyat Indonesia yang masih prihatin dalam situasi pandemi covid-19. Pemerintah diminta jangan memancing kegaduhan baru yang akibatnya makin meyengsarakan rakyat.

“Rakyat kita sedang dihimpit permasalahan ekonomi, ditambah pandemi yang gak tau kapan akan berakhir. Sudah sepantasnya Pemerintah dan DPR selaku wakil rakyat melindungi dan mengayomi rakyat”, terang Eka Gumilar kepada gelora.co, Rabu (7/10/20200.

Baca Juga:  Kecewa PAN Dukung UU Cipta Kerja, Ketua DPD PAN Kota Bandung Mundur dan Keluar dari Partai

“Rakyat butuh rasa cinta dan adil yang diberikan penguasa dan wakilnya agar tercipta kebersamaan dalam menghadapi musibah dan masalah bangsa secara bersama”, tegasnya.

Ketua Rekat (Rekonsiliasi Masyarakat) Indonesia, Eka Gumilar

Eka Gumilar menyindir penampilan Presiden RI Joko Widodo yang selalu menampilkan figur sederhana dan merakyat tapi membuat kebijakan undang-undang yang bertolak belakang.

Baca Juga:  Prof Jimly: RUU Ciptaker Bikin Kacau di Tengah Kekacauan

“Terlebih, pemilih Pak Jokowi banyak dari kalangan masyarakat buruh dan pekerja. Penampilan beliau yang sederhana sudah seharusnya kebijakannya lebih membela kepentingan rakyat, bukan hanya kaum pemodal, apalagi konglomerat”, ujar Eka.

Demi rakyat dan rasa keadilan, Eka Gumilar berharap Presiden segera mencabut UU Cipta Kerja yang baru disahkan, dan berfokus menghadapi musibah covid-19.

“Apa gak kasian, sudah ekonomi sukit politik gaduh, kejahatan meningkat, rakyat hidup makin sulit”, tutupnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here